Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...
Manusia tidak lepas dari yang namanya bergaul. tapi dalam pergaulan pun kita harus berhati-hati dalam berteman. Lantas bagaimana islam memandang itu semua?
“Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud no. 4833, )
Islam telah mengingatkan kita agar berhati-hati dalam bergaul. banyak manusia di dunia ini salah dalam bergaul yang ada malah yang dulu nya orang yang alim selalu mengingat Allah tapi karena dia salah dalam berteman yang ada malah dia yang terjerumus didalam lobang yang salah, lantas malah sebaliknya, seseorang yang dulunya sering berbuat maksiat, tapi karena dia dapat berteman dengan orang yang selalu ingat kepada Allah SWT dan takut padaNya maka orang itu juga ikut menjadi orang yang selalu memuji Allah.
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628).
boleh kita berteman pada siapapun, tetapi jangan sampai kita yang terjerumus didalam nya. Jika kita mendapatkan teman yang baik maka dekatilah dia, tapi jika kita berteman dengan yang tidak baik maka jangan terlalu di dekati, Tapi kita harus tetap menjaga kerukunan.
bahkan ada hadits yang mengatakan: Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam berpesan kepada Mu’adz dan Abu Musa radhiyallahu'anhum: “Berilah kemudahan dan jangan membuat sulit orang lain, berilah kabar gembira yang membuat orang senang dan jangan membuat orang lari dari agama Islam, serta hendaknya kalian rukun serta tidak berselisih.”
Bukan cuma itu juga di dalam islam kita harus selalu lemah lembut terhadap sesama.
“Sikap lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan memperindahnya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya jelek.” (HR. Muslim)
lantas bagaimana kah kita bisa mendapatkan teman seperti itu?
Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata :
“ Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia” (Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36).
Ingat selalu berhati-hati dalam berteman. jangan sampai menyesal di kemudian hari .
“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)
CATATAN PENTING :“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (At Tahrim:6)
SEMOGA BERMANFAAT!!!

0 komentar:
Posting Komentar