Saudara-saudariku kaum Muslimin dan Muslimah sekalian. Sungguh sangat di kecewakan di zaman sekarang ini banyak banyak para Muslimin dan muslimah selalu mencari-cari kesalahan ustadz. Padahal seorang ustadz itu juga manusia yang tak luput dari kesalahan, dan itu sangat wajar terjadi di zaman sekarang ini.
Saya ambil contoh dari persoalan ini, misalnya : ada seorang jama'ah menanyakan beberapa pertanyaan kepada ustadz, lalu ustadz itu tidak dapat menjawab pertanyaan itu, lalu jama'ah itu mendalilkan bahwa ustadz itu itu bodoh, atau sesat atu semacamnya lantas si jama'ah itu menghasut para jama'ah lain agar tidak ikut pengajian ustadz itu, di karenakan ustadz itu bodoh kerena tidak bisa menjawab pertanyaan si jama'ah itu.
Saudara-saudari ku sekalian tidak semua Ustadz itu tau tentang semua masalah agama, misalnya orang yang belajar ilmu fiqih ya dia bisanya tentang fiqih, meskipun dia tau tentang masalah agama yang lain. karena dia tidak memperdalami ilmu Islam yang lain.
setiap ustadz pasti punya kesalahan, walaupun ustadz itu terkenal alim. Perlu saudara dan saudari ku alim itu bukan berarti dia selalu benar. tetapi arti dari alim itu adalah jika dia banyak benarnya dalam urusan agama dari pada kesalahannya. kecuali Nabi Muhammad SAW yang selalu benar, dan Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Maha Benar.
Imam Ibnu Abdil Barr -rahimahullah- mengatakan:
“Orang alim tidak lepas dari kesalahan. Siapa yang sedikit
kesalahannya dan banyak benarnya maka dialah orang alim. Dan siapa yang
sedikit benarnya dan banyak kesalahannya maka dialah orang jahil” (Jami’ bayaan al ilmi: 2/106).
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Yaqut Al Hamawi -rahimahullah-. Beliau mengatakan: “Orang alim pasti ada saja yang tidak diketahuinya. Bisa saja dia tidak mengetahui jawaban terhadap masaalah yang ditanyakan kepadanya, mungkin karena masaalah tersebut belum pernah didengar sebelumnya atau karna dia lupa” (Irsyaad al-ariif: 1/24).
Syaikhul Islam Ahmad Ibnu Abdil Halim Al Harrany -rahimahumallah-
menambahkan: “Kalau seandainya seorang alim yang banyak memberikan
fatwa salah dalam seratus masaalah, maka itu bukan suatu aib. Karena
siapa saja selain Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- dia bisa benar dan bisa saja salah” (Majmu Fatawa: 28/301).
Cukup banyak persoalan agama yang terlihat mudah dan sepele bagi
sebagian orang, namun persoalan tersebut luput dari pengetahuan
ulama-ulama besar islam. Kita ambil contoh hukum isti’dzan, persolan ini luput dari seorang Umar -radhiallahu’anhu- dan sahabat lainnya. Mengapa? Karena mereka juga manusia.
Maka tidak sepantasnya bila kita menemukan seorang alim/ustadz yang
keliru atau tidak bisa menjawab satu atau dua pertanyaan lalu dengan
mudah kita merendahkan si alim/ustadz tersebut, apalagi sampai
mengatakan fulan itu bodoh, tidak boleh duduk di majelisnya.
Link Referrensi : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/ustadz-juga-manusia.html
yang di tulis oleh Ust. Aan Chandra Thalib, Lc.
Link Referrensi : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/ustadz-juga-manusia.html
yang di tulis oleh Ust. Aan Chandra Thalib, Lc.

0 komentar:
Posting Komentar